Lina Sherlina: Sukses Meraup Rupiah Dari Bisnis Fashion Big Size Setelah Jadi Korban Body Shaming #InspirasiCantik

By Livia, Kamis, 10 Desember 2020 | 16:00 WIB
Lina Sherlina: Sukses meraup Rupiah dari bisnis fashion big size setelah jadi korban body shaming #InspirasiCantik. (dok.pribadi)

Stylo Indonesia - Setiap perempuan dilahirkan dengan kecantikan dan keunikannya masing-masing.

Kelebihan dan kelemahan yang kita miliki itulah yang membuat semua orang spesial dan tak tergantikan.

Namun, sayangnya standar kecantikan yang terbentuk oleh media, masyarakat dan sudut pandang laki-laki membuat banyak perempuan kehilangan jati dirinya.

Adanya standar kecantikan yang seolah mengharuskan perempuan memiliki penampilan sedemikian rupa justru membuat banyak perempuan merasa kurang dan tak pernah cukup memenuhi standar tersebut.

Akhirnya, banyak perempuan berlomba-lomba memenuhi standar kecantikan tertentu yang justru memudarkan jati dirinya sesungguhnya.

Banyak dari mereka takut akan pandangan miring orang lain apabila dirinya tak terlihat cantik atau langsing seperti model yang ada di majalah, misalnya.

Body shaming atau ejekan terhadap bentuk fisik seseorang menjadi salah satu contoh negatif dari budaya ini.

Yup, body shaming yang belakangan semakin sering didiskusikan ini parahnya justru seringkali disampaikan oleh orang terdekat bahkan sesama perempuan hingga membuat perempuan lainnya merasa insecure, tidak percaya diri hingga merasa rendah diri.

Sudah berapa banyak kasus yang kita dengar tentang perempuan yang stres, depresi hingga ingin merenggut nyawanya sendiri lantaran omongan dan perlakuan body shaming orang sekitar yang membuat dirinya merasa tidak diterima dan berharga.

Mungkin kamu pun juga pernah mengalaminya, Stylovers.

Namun, nyatanya tidak semua perempuan memilih untuk berputus asa dan pasrah ketika menjadi korban body shaming.

Seperti salah satu narasumber #InspirasiCantik kali ini yang bernama Lina Sherlina.

Dari perempuan cantik yang akrab dipanggil Lina ini kita akan belajar cara mengatasi body shaming dengan bijaksana dan lebih fokus mengasah diri untuk meraih kesuksesan.

Selain itu, Stylovers juga akan belajar bahwa dalam setiap kesuksesan seseorang terdapat perjuangan penuh tantangan yang harus ia lewati.

Yuk, simak kisah inspiratif dari Lina Sherlina, narasumber #InspirasiCantik kali ini.

Lina Sherlina. (dok.pribadi)

Baca Juga: Mifthahul Jannah: Sukses Wujudkan Mimpi Menjadi Makeup Artist Setelah Sering Dibully Karena Warna Kulit #InspirasiCantik

Alami Body Shaming Sejak Kecil Hingga Sempat Depresi #InspirasiCantik

Sejak kecil, Lina memiliki tubuh yang gemuk dan suara yang berat sehingga membuat dirinya tak terhindar dari pengalaman body shaming dari orang sekitarnya.

Alhasil, hal tersebut membuat Lina sempat mengalami depresi di usianya yang masih sangat muda.

“Selain diejek oleh orang sekitar, sewaktu SMP aku diusir oleh pelatih saat mengikuti paduan suara karena dianggap tidak memenuhi standar. Masuk kuliah, aku dinilai tidak bisa melakukan apapun oleh salah satu teman baru di kampus karena melihat dari bentuk tubuhku yang gemuk,” ujar Lina mengawali ceritanya.

Kejadian buruk tersebut alhasil sempat membuat Lina depresi hingga ingin bunuh diri sewaktu masih duduk di bangku SMP.

Selain itu, kejadian buruk tersebut juga merubah sikap dirinya saat berada di sekolah, Lina selalu menghindari kelas seni dan bertemu dengan banyak orang.

Sebab bentuk tubuh dan suaranya yang berat membuat Lina sering mendapatkan perkataan dan perilaku body shaming dari orang sekitarnya hingga membuatnya depresi.

“Waktu masuk kuliah, aku dikatain dekil dan tidak terawat. Ketiga kejadian inilah yang tidak bisa aku lupakan hingga membuatku depresi,” kenang Lina penuh haru.

Berhasil melewati titik terendah dalam hidupnya, tidak butuh waktu lama bagi Lina untuk bangkit dari keterpurukannya.

“Menurutku yang bisa membayar bullyan dan omongan yang merendahkan dengan membuktian bahwa aku mampu menjadi lebih baik dari yang mereka kira. Aku bersyukur atas apa yang Allah ijinkan sepenuhnya pada diriku dengan mulai menerima diri sendiri seutuhnya,” ujar Lina.

Ada banyak jalan menuju Roma. Yup, itulah istilah yang tepat menggambarkan bagaimana perempuan cantik kelahiran Ciamis ini mengatasi body shaming yang dialaminya.

“Aku merasa mungkin suaraku memang fals saat bernyanyi tapi ketika digunakan untuk berbicara sebagai public speaking ternyata banyak yang suka. Untuk masalah berat badan,  terutama masalah teater, ternyata aku bisa membuktikan bahwa diriku mampu hingga berhasil meraih juara 2 kategori aktor/aktris terbaik di acara Pasanggiri Monolog Basa Sunda se Jawa Barat yang diadakan oleh PAMASS UNPAD. Untuk masalah dekil dan tidak terawat aku mulai mengatasinya dengan belajar mengenal skincare, latihan merias wajah sendiri dari Youtube sampai akhirnya aku bisa menjadi makeup artist untuk acara tunangan klienku,” cerita Lina dengan antusias.

Baca Juga: Yolanda Charine: Mengabdikan Diri Sebagai Bidan dan Relawan untuk Melayani Sesama #InspirasiCantik

Pengalaman Body Shaming Jadi Inspirasi Berbisnis Fashion Big Size #InspirasiCantik

Memiliki tubuh yang gemuk sejak kecil membuat Lina sadar bahwa kondisinya rentan terkena penyakit.

“Aku sama sekali tidak membetulkan bahwa gemuk itu tidak masalah, aku sadar bahwa jika gemuk apalagi obesitas lebih rentan terkena penyakit dan tidak sehat. Yang mau aku tekankan  jangan mengasihani dengan membatasi diri seolah-olah memiliki bentuk tubuh yang gemuk tidak bisa melakukan apapun. Aku ingin semua perempuan tetap percaya diri dan berjuang dengan bakat yang kita miliki,” ungkap Lina.

Pernyataan body shaming yang pernah dilontarkan orang-orang di sekitarnya membuat Lina justru semakin mengenali kelebihan dan kekurangan dirinya dengan baik.

Dari pengalaman buruk tersebut, ia justru semakin belajar mencintai diri sendiri dan memilih untuk fokus mengembangkan bakat dan cita-citanya sebagai pengusaha yang sukses.

Berangkat dari pengalaman body shaming dan ingin menjalani passionnya di bidang fashion serta memiliki impian pensiun di usia muda membuat Lina menghabiskan waktunya dengan berbisnis. 

Kesuksesan tentunya tidak ia raih dengan mudah, butuh perjuangan, komitmen, dan dedikasi yang penuh untuk memulai usahanya dari awal.

"Aku mulai dari membuka usaha pakaian thrift dan baju kekinian berukuran besar untuk teman-teman plus size yang bisa jadi sama seperti aku yang ingin tampil modis dan mengeksplor banyak hal di bidang fashion. Aku ingin Elbigsize menjadi sebuah brand yang bisa menjangkau seluruh teman-teman plus size di Indonesia hingga luar negeri," cerita Lina kepada Livi Stylo.

Berkat doa dan kerja kerasnya, selain menjual pakaian thrift, produk bisnis fashion big size yang ia beri label bernama Elbigsize kini dapat diproduksi secara langsung oleh Lina.

"Dare to be different menjadi slogan bisnis fashion big size miliku, Elbigsize," tuturnya.

Baca Juga: Asriyani Puteri: Berhasil Meniti Karier Sebagai Influencer Setelah Bergelut dengan Masalah Jerawat Sejak Kecil #InspirasiCantik

Meraih Kesuksesan Setelah Mengenali Diri Seutuhnya #InspirasiCantik

Masa lalu perempuan cantik yang berulang tahun pada tanggal 9 Maret ini bukanlah hal yang mudah ia lupakan, namun pengalaman body shaming yang pernah Lina alami justru memberi dampak positif bagi dirinya.

“Efek positifnya, aku jadi lebih menghargai  perbedaan dan mengerti perasaan orang lain. Aku juga jadi terlatih secara mental dapat menghadapi perkataan dan perilaku body shaming dengan tepat. Menurutku, sikap yang bijak dan dewasa sangat dibutuhkan sebagai bekal untuk menjalani kehidupan dengan baik,” ujar Lina.

Setelah mengenal kelebihan dan kekurangan dirinya dengan baik, Lina merasa bisa lebih fokus dalam meraih segala impian dan tujuan hidupnya.

Baginya kesuksesan tidak tergantung pada perkataan dan reaksi orang lain, tetapi melalui pembuktian pada diri sendiri bahwa kita bisa memanfaatkan kelebihan dan kekurangan secara optimal.

Pengalaman body shaming yang dialaminya justru membuat Lina dapat membantu menghadirkan pakaian khusus perempuan big size untuk membantu mereka bisa tampil cantik dan modis setiap saat.

Baginya, memikirkan dan memilih untuk berputus asa dengan perkataan body shaming dari orang lain justru dapat menenggelamkan bakat dan potensi serta hal positif yang sebetulnya bisa kita lakukan.

Perempuan cantik yang hobi berbisnis sejak kecil itu memilih untuk melakukan kegiatan positf dengan membagikan pengalamannya yang telah bebas dari penjara insecure pada akun Instagram pribadinya, @linasherrr.

Lina Sherlina. (dok.pribadi)

Baca Juga: Lita Gabriella: Kisah Acne Fighter yang Sukses Bangkit Percaya Diri dari Keterpurukan #InspirasiCantik

Makeup dan Fashion yang Menjadi Ciri Khasku #InspirasiCantik

Sebagai seorang mahasiswi dan pengusaha muda dengan segudang aktivitas, tampil cantik dan modis merupakan hal yang wajib bagi anak sulung dari dua bersaudara ini.

Baginya, tampil cantik dan modis setiap saat dapat membantunya lebih percaya diri saat beraktivitas dan nyaman bergaul dengan banyak orang.

Bicara soal makeup, Lina lebih suka tampil dengan gaya makeup natural sehari-hari.

“Aku lebih suka tampil dengan makeup natural agar wajah tampak lebih cerah dan segar saja saat beraktivitas dan menggunakan riasan mata yang bold saat menghadiri acara spesial agar terlihat lebih formal,” ujar wanita cantik yang mengidolakan banyak Beauty Vlogger ini.

Ia selalu memulai hari dengan merias wajahnya menggunakan produk makeup dari merek Wet n Wild, Maybelline, Pixy dan Emina.

Untuk mendapatkan tampilan wajah yang flawless, Lina mengaplikasikan base makeup secara tipis-tipis agar terlihat natural.

Wardah Everyday Fruity Sheer Lip Balm menjadi andalan Lina untuk mempercantik bibirnya agar tampak lembap, sehat dan merona setiap hari.

Soal fashion, perempuan cantik berusia 21 tahun ini menjadikan Selebgram Sara Aziz dan Tiraemon sebagai role model dalam berbusana.

Pinterest dan sering bereksperimen memadumadankan busana berukuran normal dan big size  juga menjadi inspirasi dirinya untuk tampil modis setiap saat.

Baca Juga: Mellati Khoirunnisa Fithriyana: Di Balik Kisah Body Shaming dan Cita-cita Jadi Fashion Desainer #InspirasiCantik

Arti Cantik yang Sesungguhnya Bagi #InspirasiCantik

Sebagai narasumber #InspirasiCantik kali ini, seperti apakah arti cantik yang sesungguhnya bagi perempuan berzodiak Pisces ini?

“Cantik itu ketika kita menerima kelebihan dan kelemahan diri sendiri tanpa membandingkannya dengan orang lain tetapi membandingkan diri kita yang sekarang dengan yang sebelumnya agar semakin mengenal kecantikan dan keunikan diri kita yang seutuhnya,” ujar Lina.

Pernah mengalami body shaming yang kian dihadapi oleh banyak orang, kali ini Lina akan memberikan tips sekaligus pesan kepada Stylovers cara mengatasi body shaming yang dilakukan orang lain kepada kita dengan tepat.

“Jika kalian tidak ingin menjadi korban body shaming selamanya, pertama, fokus pada diri sendiri, jangan cari pembelaan atau alasan untuk tetap di kondisi seperti itu. Daripada mendengarkan perkataan orang yang tidak akan pernah puas sebaik dan secantik apapun kita, bangkitlah dan fokus mengejar kesuksesan yang kalian impikan selama ini,” pesan Lina sekaligus mengakhiri wawancaranya dengan Livi Stylo.

Bagi kamu yang juga ingin berbagi kisah atau cerita inspiratif lainnya dan ingin menularkan semangat positif kepada Stylovers lainnya, kamu boleh mengirimkan email ke stylo@gridnetwork.id atau DM ke Styloteam di Instagram @stylo.indonesia ya.

Dengan senang hati Styloteam akan bantu kamu membagikan semua hal positif bagi banyak orang.

Jangan takut untuk menjadi diri sendiri selama itu positif dan dapat membantu orang lain untuk berkembang.

Karena #SemuaBisaCantik adalah milik kamu, milik kita, dan milik semua wanita di dunia ini. Semangat ya, Stylovers!(*)

#SemuaBisaCantik