Asal Mula Lip Gloss dan Masa Depannya yang Terancam Akibat Pandemi, Kok Bisa?

By Cerysa Nur Insani, Selasa, 22 September 2020 | 14:20 WIB
Asal Mula Lip Gloss dan Masa Depannya yang Terancam Akibat Pandemi (www.freepik.com)

Stylo Indonesia - Lip gloss, kosmetik yang membuat tampilan bibir menjadi lebih lembap dan berkilau ini menjadi favorit banyak perempuan.

Meski tren lipstick matte sempat merajai dunia kecantikan bertahun-tahun, lip gloss tetap bertahan dan bahkan kembali menjadi tren sekitar 2 tahun kemarin.

Lip gloss yang menjadi salah satu ikon tren kecantikan di era 90-an ini disukai karena tampilannya yang membuat bibir tampak lebih sehat.

Bahkan, belakangan ini semakin banyak brand lokal indie yang ikut memproduksi pilihan lip gloss dan semuanya mendapat sambutan meriah dari pecinta makeup tanah air.

Namun, sudah tahukah kamu bahwa asal mula lip gloss telah digunakan sejak tahun 1928?

Sedangkan di masa ini, lip gloss justru menjadi salah satu kosmetik yang terancam akibat adanya pandemi. Kok bisa?

Baca Juga: DIY Lip Gloss Untuk Bibir Cantik Nan Lembap Saat Puasa Ramadan 2020, Gampang dan Terjangkau! #DiRumahAjaBisaCantik

Yuk, simak bagaimana asal mula lip gloss dan masa depannya yang terancam akibat pandemi.

Melansir dari Allure, lip gloss pertama kali diciptakan oleh Max Factor pada tahun 1928 untuk membuat tampilan para aktris film Hollywood di masa itu lebih menarik dengan bibir yang berkilau.

Lip Pomade, lip gloss pertama yang diproduksi oleh Max Factor. (www.maxfactor.com)

Max Factor merilis produk lip gloss pertama mereka dengan nama Lip Pomade.

Meski sudah memiliki kilau yang cantik, formula lip gloss di masa itu masih sangat lengket.

Selama beberapa dekade tekstur lip gloss pertama dalam sejarah ini tak juga berubah dan dideskripsikan seperti “madu paling kental yang bahkan tidak bisa dituang”.

Di era 90-an barulah lip gloss kembali hingga menjadi tren kecantikan global.

Brand kecantikan di masa yang mulai modern ini mencari cara untuk menghasilkan formula lip gloss yang tidak terlalu lengket.

Seorang ahli kimia kosmetik bernama Ni’Kita Wilson menyampaikan bahwa brand kecantikan mulai menciptakan formula hybrid antara skincare dan kosmetik untuk membuat lip gloss.

Selama 5 hingga 8 tahun terakhir natural oil mulai menjadi salah satu campuran yang banyak digunakan dalam lip gloss.

Contohnya seperti Dior Addict Stellar Gloss yang popuer dengan campuran lidah buaya, beeswax, serta cranberry dan jojoba oil sehingga tidak terasa terlalu lengket di bibir.

Baca Juga: Coba Glossy Makeup dengan Rekomendasi Lip Gloss Mulai dari 20 Ribuan

Dior Addict Stellar Gloss, salah satu lip gloss modern dengan formula perpaduan skincare dan makeup. (www.dior.com)

Kembali menjadi tren selama 2 tahun terakhir di Indonesia, kini lip gloss justru menjadi salah satu produk kosmetik yang terancam akibat adanya pandemi Covid-19.

Bagaimana bisa sebuah produk kosmetik ikut terpengaruh oleh adanya pandemi?

Sejak adanya pandemi Covid-19, tampaknya penggunaan masker menjadi bagian wajib dari gaya hidup baru yang harus dilakukan hingga beberapa tahun ke depan.

Formula lip gloss yang lengket membuatnya tak nyaman dipakai di balik masker. (www.freepik.com)

Tekstur lip gloss yang lengket tentunya menjadi kurang diminati lantaran setiap orang kini harus mengenakan masker setiap keluar rumah.

Ditambah lagi, sejumlah ahli mengatakan bahwa makeup yang menempel pada masker dapat mengurangi kemampuan masker dalam menyaring udara.

Inilah dampak yang harus dihadapi oleh para brand kecantikan yang terpaksa harus segera menemukan solusinya.

Michael Nolte, direktur kreatif dari agensi Beautystreams memprediksi bahwa ke depannya kita akan lebih banyak melihat produk makeup dengan formula yang lebih tahan lama.

Tantangannya, lip gloss sendiri merupakan sebuah produk kosmetik yang memiliki karakteristik khas dari formulanya yang lengket tersebut.

“Tidak bisa membuat lip gloss dengan formula tradisional yang tidak transfer,” ujar ahli kimia kosmetik Ginger King.

Sebuah produk yaitu Wonderblading Lip Color dari brand Wonderskin disebut-sebut bisa menjadi contoh alternatif formula lip gloss untuk digunakan di masa pandemi.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Lip Gloss Merek Lokal Mulai 39 Ribu Rupiah, Bikin Tampilanmu Mewah!

Wonderblading Lip Color dari brand Wonderskin yang disebut bisa menjadi alternatif formula lip gloss peel off di masa pandemi. (Vimeo Kelly Nyland)

Produk ini merupakan lip stain dengan formula peel off, sehingga setelah digunakan dapat meninggalkan warna pada bibir yang bertahan hingga 10 jam.

Bahkan, hasil yang ditinggalkan pun bisa membuat bibir tampak berkilau.

Namun, Ginger King menganalogikan formula tersebut bagai menggunakan cat kuku atau kuteks pada bibir, yang pastinya terasa tidak nyaman.

Nah, itu dia Stylovers asal mula lip gloss dan masa depannya yang terancam akibat pandemi.

Apakah kamu juga suka menggunakan lip gloss? Bagaimana pendapatmu soal menggunakan lip gloss di balik masker selama masa pandemi? (*)