Bak Angin Segar, Peneliti Asal Indonesia Temukan Suplemen yang Bisa Tangkal Virus Corona!

By None, Jumat, 3 April 2020 | 13:00 WIB
Bak Angin Segar, Peneliti Asal Indonesia Temukan Suplemen yang Bisa Tangkal Virus Corona! (Freepik.com)

Stylo.ID - Wabah penyakit yang diakibatkan virus corona kini tengah menghantui masyarakat di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Berbagai cara dilakukan untuk mencegah timbulnya korban lebih banyak, seperti dengan melakukan physical distancing, menjauhi keramaian atau kerumunan, dan sebagainya.

Nggak cuma itu, banyak peneliti yang berusaha menemukan vaksin atau obat penangkal virus corona, termasuk Indonesia.

Dua peneliti Universitas Airlangga (Unair) Dr. Abdul Rohim Tualeka, Drs.,M.Kes dan Prof M Mufti Mubarok menemukan formula suplemen yang dipercaya mampu membantu tubuh melawan virus corona.

Baca Juga: Kabar Buruk! Peneliti China Temukan Virus Corona Jenis Terbaru yang Bisa Bertahan Sampai 49 Hari

Salah satu peneliti, Mufti mengatakan, formula suplemen yang ditemukan telah melalui riset dan kajian ilmiah yang dilakukan oleh ahli toksikologi molekuler.

Suplemen itu punya bahan aktif nitrogen monoksida atau Nitric Oxide (NO) yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus corona.

“NO yang secara alamiah ada dalam tubuh kita ketika ada respons dari sel imun makrofag, akan melawan parasit serta virus termasuk Covid -19.

NO juga dihasilkan lewat endorphin yang ada dalam kita tubuh ketika rajin beribadah dan ketika kita mengkonsumsi cokelat hitam," terang Mufti, seperti dikutip dari Siaran Pers yang diterima GridHEALTH.id, Minggu (29/03).

Baca Juga: Bantu Online Shop yang Sepi karena Wabah Virus Corona, Foto Until Tommorow Via Vallen Justru Bikin Salah Fokus Netizen!

Mufti menjelaskan, imunitas tubuh manusia akan menurun saat adanya virus, polusi udara dan kurangnya mendekatkan diri pada Tuhan YME. Karena hal itulah NO sulit dilepaskan dari tubuh manusia.

"Virus, polusi udara membuat NO sulit dilepas oleh tubuh yang membuat tubuh penuh dengan virus. Kekebalan tubuh menurun dan mudah jatuh sakit," kata pria yang juga dosen tamu Pascasarjana Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) FKM Unair itu.