Merinding, Jenazah Korban Virus Corona Bergeletakan di Jalan Hanya Tertutup Plastik

By Ristiani Theresa, Rabu, 8 April 2020 | 09:54 WIB
Jenazah korban virus Corona di kota Guayaquil, kota terbesar di Ekuador, Amerika Selatan bergeletakan di jalan karena petugs medis kewalahan (AFP)

Stylo.ID - Virus Corona diketahui telah memakan banyak korban jiwa di berbagai penjuru dunia.

Seperti halnya di kota Guayaquil, kota terbesar di Ekuador, Amerika Selatan.

Pasalnya terlihat sebuah pemandangan mengerikan di mana banyak jenazah dibiarkan terbaring di pnggiran jalan, seperti yang dilansir Daily Mirror pada Minggu (5/4/20),

Jenazah yang diketahui korban virus Corona itu hanya tertutup plastik.

Baca Juga: Jadi Daerah dengan Korban Virus Corona Terbanyak, DKI Jakarta Terapkan PSBB yang Miliki Fakta dan Manfaat Tak Terduga

Hal itu disebapkan karena para tim medis kewalahan untuk mengurus jenazah yang semakin banyak.

Kamar mayat di rumah sakit dan pemakaman pun sudah penuh, maka pihak keluarga di minta untuk membawa pulang jenazah.

Tapi karena takut virusnya masih bisa menyebar, para keluarga memilih untuk meninggalkannya di jalanan.

Korban virus Corona yang bergeletakan di Jalan di kota Guayaquil, Ekuador (REUTERS)

Fenomena mengerikan yang memperlihatkan sejumlah orang meninggal di jalan-jalan ini mirip seperti novel karya Joseph Conrad, The Heart of Darkness: horor, horor seperti yang dilansir dari BBC News.

Para keluarga di Ekuador memang tidak memiliki cara lain untuk menyimpan tubuh jenazah kerabat mereka, sehingga hanya pasrah menunggu mereka akan diurus oleh petugas walaupun prosesnya bisa memakan waktu.

Baca Juga: BERITA TERPOPULER: Kate Middleton dan Pangeran William Punya Kehidupan Seks yang Buruk Hingga 4 Peramal Sudah Prediksi Datangnya Wabah Virus Corona

Presiden Lenin Moreno menyebut jumlahnya bisa bertambah, karena pihak berwenang kewalahan dan data yang mereka kumpulkan juga keteteran.

Diketahui satu tim petugas pemakaman terdiri dari tentara dan polisi, yang bertugas menguburkan jenazah dan mereka mengumpulkan 150 mayat setiap harinya.

Namun beberapa jenazah sudah dikumpulkan oleh petugas, agar tidak menyebarkan virus.

Menurut laporan para warga juga mengeluhkan sebagian mayat itu sudah mulai berbau dan membusuk.

Petugas mengangkut jenazah di Guayaquil (AFP)

Baca Juga: Belanja ke Supermarket di Tengah Panademi Virus Corona, Mayangsari Tampil Stylish Sambil Tenteng Tas Mirip Kantung Belanja Berharga Fantastis

Kini pemerintah berencana membuat kamp khusus untuk menampung mayat, karena jumlah korban virus Corona terus bertambah.

Layanan Nasional Departemen Risiko dan Manajemen Darurat Ekuador melaporkan 3.368 kasus Covid-19, Jumat (4/4).

Para warga mulai prihatin karena jumlahnya mungkin bertambah, karena banyak yang tidak terkonfirmasi namun meninggal dengan gejala Covid-19.

Presiden Lenin Moreno, mengatakan Guayaquil yang merupakan kota berpenduduk 3,8 juta akan memiliki kematian mencapai 2.500 dan 3.500.

Tim media mengenakan baju pelindung lengkap menarik troli berisikan jenazah korban virus Corona di Guayaquil (REUTERS/ Vicente Gaibor del Pino)

Baca Juga: Meski di Rumah Aja Cegah Virus Corona, Terlalu Sering Tidur Bisa Timbulkan Dampak Negatif Bahkan Bisa Picu Obesitas!

Diketahui kontainer telah disiapkan di kota untuk diubah menjadi kamar mayat untuk menampung jenazah yang belum terurus,

"Kami sedang membangun kamp khusus untuk mereka yang meninggal," katanya. (*)