Pakai Pantiliner Saat Keputihan Bukan Solusi! Ada Efek Jangka Panjang

By Cerysa Nur Insani, Jumat, 26 Januari 2024 | 13:30 WIB
Ilustrasi perempuan mengalami keputihan. (Dok. Stylo Indonesia | Raafiud Mikada)

Stylo Indonesia - Stylovers, siapa nih yang suka pakai pantiliner kalau lagi keputihan?

Eits, ternyata memakai pantiliner saat keputihan bukan solusi yang bisa menyelesaikan permasalahan itu lho, Stylovers.

Bahkan, pantiliner ternyata tidak disarankan untuk penggunaan jangka panjang. Kenapa ya?

Stylovers perlu mengetahui apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi masalah keputihan.

Yuk, simak lebih lengkap mengenai pemakaian pantiliner saat keputihan berikut ini!

Bolehkah Pakai Pantiliner Saat Keputihan?

Dilansir dari hellosehat.com, memakai pantiliner boleh dilakukan saat keputihan sedang keluar banyak.

Sebab, keputihan yang menempel di celana dalam tentu membuat Stylovers merasa tak nyaman.

Stylovers bisa memakai pantiliner untuk membantu menyerap keputihan yang berlebih, agar area kewanitaan tetap nyaman.

Meski begitu, pantiliner bukanlah solusi untuk mengatasi keputihan.

Baca Juga: Periksa Keputihan ke Dokter Kandungan atau Kulit? Ini Perbedaannya!

Masalah keputihan disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari masa subur, kehamilan, sebelum dan sesudah menstruasi, hingga gejala penyakit.

Oleh sebab itu, penggunaan pantiliner bukan solusi untuk mengatasi keputihan.

Alih-alih, Stylovers membutuhkan pengobatan dari keluhan yang dialami.

Sebaiknya Stylovers berkonsultasi ke dokter jika keputihan muncul dalam jumlah banyak dan tak kunjung sembuh.

Apalagi jika muncul gejala lain seperti keputihan dengan warna atau tekstur tak wajar, berbau tak sedap, hingga area kewanitaan terasa gatal.

Sebab, gejala-gejala tersebut bisa menjadi tanda kondisi yang membutuhkan penanganan medis.

Efek Samping Memakai Pantiliner Terlalu Lama

Penggunaan pantiliner perlu diganti secara rutin dan tidak boleh digunakan terlalu lama.

Dilansir dari halodoc.com, jarang mengganti pantiliner yang dipakai bisa menyebabkan infeksi akibat jamur.

Infeksi ini bisa menimbulkan rasa terbakar yang menyakitkan serta gatal yang parah pada area kewanitaan.

Baca Juga: Keputihan Bening Disertai Nyeri Perut Disebabkan Oleh Apa?

Oleh sebab itu, ketika menggunakan pantiliner, sebaiknya Stylovers mengikuti beberapa tips berikut ini:

1. Jaga kebersihan

Sebelum memakai pantiliner, pastikan Stylovers sudah mencuci tangan terlebih dahulu untuk mencegah adanya bakteri berbahaya yang menempel.

Sesudah memasang atau mengganti pantiliner, cuci tangan kembali.

2. Hindari yang wangi

Pilihlah pantiliner yang tidak mengandung pewangi.

Hal ini untuk mencegah gatal atau peradangan pada area kewanitaan.

3. Rutin diganti

Rutin mengganti pantiliner yang digunakan paling tidak setiap 4 jam.

Stylovers perlu menjaga kebersihan area kewanitaan agar terhindar dari infeksi.

Baca Juga: Keputihan Sebelum Haid Seperti Apa? Cari Tahu Selengkapnya Seputar PMS

4. Hindari saat tidur

Sebaiknya jangan memakai pantiliner ketika tidur, supaya kulit di area kewanitaan bisa merasakan sirkulasi udara yang baik di malam hari.

Nah, itu dia Stylovers penjelasan lebih lengkap mengenai pemakaian pantiliner saat keputihan.

Jika keputihan sudah berlangsung lama, sebaiknya diobati ke dokter, ya! (*)

Baca Juga: Ciri-ciri Keputihan Karena Kecapekan yang Perlu Kamu Ketahui