Awas Jangan Coba Oleskan Bleaching Rambut ke Badan dan Tubuh, Ini Bahayanya Menurut Dermatolog

By Grace Kencana Pranata, Senin, 29 Maret 2021 | 11:15 WIB
Awas Jangan Coba Oleskan Bleaching Rambut ke Badan dan Tubuh, Ini Bahayanya Menurut Dokter (freepik.com/ FaustFoto)

Stylo Indonesia - Keberadaan rambut-rambut yang ada di tubuh terkadang membuat kita ingin menghilangkannya.

Hal ini karena rambut di tubuh bikin penampilan kulit kita menjadi gelap dan terlihat kurang mulus.

Biasanya banyak orang melakukan cukur, waxing, atau bleaching rambut tubuh agar kulitnya terlihat lebih mulus.

Nah untuk cara bleaching rambut, ternyata sempat viral di media sosial terkait seorang netizen yang mencoba pakai krim bleaching rambut di kepala untuk dioleskan ke rambut-rambut di tangan dan kaki.

Dilansir Stylo Indonesia dari Kompas.com, adapun tangkapan layar tersebut diunggah oleh akun Twitter @rlthingy dengan isi twit "Bleaching miranda boleh ke badan emg? Ada testimoninya jg di kolom komentar.."

Baca Juga: Pilihan Sabun Cuci Muka Vitamin C untuk Mencerahkan Wajah Kusam di Bawah Rp 50 Ribu

Dalam tangkapan layar itu, disebutkan bahwa video itu diunggah pada tahun lalu dengan judul "PUTIH PERMANEN HANYA DENGAN 3 CARA |CARA MEMUTIHKAN TANGAN DAN BADAN|NATURALE BLEACHING CREAM REVIEW".

Jika melihat videonya, wanita yang ada pada video itu menyarankan agar menggunakan bleaching rambut untuk mewarnai bulu-bulu halus pada tangan dan kaki sehingga tak perlu melakukan waxing pada bagian tangan dan kaki.

Nah Stylovers, ternyata melakukan bleaching rambut kepala ke rambut di tubuh memiliki risiko berbahaya.

Baca Juga: Putra Putrinya Raul Lemos Dilarang Datang dengan Krisdayanti ke Pernikahan Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar, Ada Apa?

Pahami bahayanya

Dokter spesialis kulit dan kelamin di Vivaldy Skin Clinic, Mataram, dr. Dedianto Hidajat mengatakan, krim bleaching tidak dapat digunakan pada tangan dan badan.

Menurutnya, ada perbedaan bahan pada bahan krim bleaching dengan produk perawatan tubuh.

"Tidak benar. Bahannya berbeda, karena bahan untuk bleaching rambut itu berbeda komposisinya dengan untuk pencerah badan. (Kalau salah penggunaan), risiko terjadinya iritasi dan alergi sangat besar," ujar Dedi saat dihubungi Kompas.com pada Sabtu (11/7/2020).

Baca Juga: Lesty Kejora Sering Diremehkan Orang? Busana Ini Buat Penggemar Siap Kawal Sampai Jadi Sultan!

Nah Stylovers, ia menyebutkan, krim bleaching rambut menggunakan berbagai bahan kimia seperti hidrogen peroksida, garam amonia, dan garam persulfat.

"Ketiga bahan ini bila terkena kulit secara langsung dapat menimbulkan reaksi iritasi dan alergi," ujar Dedi.

Adapun risiko iritasi yang dimungkinkan terjadi pada mereka yang mencoba bleaching rambut tubuh pakai krim bleaching rambut kepala yakni kulit memerah, mengelupas, bahkan bisa menyebabkan kulit melepuh berisi cairan.

Baca Juga: Baru Kali Ini Pakai Jaket Kulit, Gaya Amanda Manopo Ikatan Cinta Bikin Netizen Meriang Hingga Jantung Hampir Copot!

Gejala yang terjadi jika kulit mengalami iritasi antara lain terasa gatal, perih, dan nyeri.

Jika Stylovers mengalami iritasi akibat terpapar zat pada bleaching, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit.

Bleaching harus dilakukan oleh tenaga profesional

Dedi menjelaskan, karena bleaching dapat menyebabkan iritasi, maka tindakan tersebut harus dilakukan oleh tenaga salon yang profesional.

Baca Juga: Bak Bidadari Selalu Menjaga Mama Rosa, Penampilan Michi Ikatan Cinta Bikin Netizen Kepikiran, Glenca Chysara: Sayapnya Mana?

"Harus dilakukan oleh tenaga salon yang profesional. Tenaga salon juga harus menggunakan masker dan sarung tangan untuk meminimalisir kontak ke kulit dan wajah," ujar Dedi.

Selain itu, ketika mengoleskan krim bleaching ke rambut, sebaiknya jangan terkena kulit kepala.

Ia mengingatkan agar menggunakan sebuah produk sesuai dengan indikasinya.

"Jika ingin menggunakan produk tidak sesuai indikasi atau off label, konsultasikan dulu ke ahlinya seperti ke dokter spesialis kulit dan kelamin, terutama yang berhubungan dengan produk kosmetik dan kecantikan," terang Dedi.

Baca Juga: Info Lowongan Kerja 2021 untuk Perempuan Posisi Sekretaris Full Time Domisili Jakarta dan Surabaya, Gaji Hingga Rp7 Jutaan!

Stylovers juga perlu aware dengan banyaknya berbagai konten tentang kecantikan di media sosial, ia menekankan kepada publik agar tak mengikuti yang belum tentu benar.

Cari informasi sedalam-dalamnya sebelum mencoba bereksperimen sendiri di rumah.

Hal ini karena ada risiko jika penggunaan tidak pada tempatnya.

Dedi menambahkan, kulit merupakan organ terluas dan terbesar manusia serta menjadi pelindung terdepan terhadap berbagai paparan dan polusi. (*)

 

Pahami bahayanya Dokter spesialis kulit dan kelamin di Vivaldy Skin Clinic, Mataram, dr. Dedianto Hidajat mengatakan, krim bleaching tidak dapat digunakan pada tangan dan badan. Menurut dia, ada perbedaan bahan pada bahan krim bleaching dengan produk perawatan tubuh. "Tidak benar. Bahannya berbeda, karena bahan untuk bleaching rambut itu berbeda komposisinya dengan untuk pencerah badan. (Kalau salah penggunaan), risiko terjadinya iritasi dan alergi sangat besar," ujar Dedi saat dihubungi Kompas.com pada Sabtu (11/7/2020). Ia menyebutkan, krim bleaching rambut menggunakan berbagai bahan kimia seperti hidrogen peroksida, garam amonia, dan garam persulfat. "Ketiga bahan ini bila terkena kulit secara langsung dapat menimbulkan reaksi iritasi dan alergi," ujar Dedi. Adapun iritasi yang dimungkinkan terjadi yakni kulit memerah, mengelupas, bahkan bisa menyebabkan kulit melepuh berisi cairan. Gejala yang terjadi jika kulit mengalami iritasi antara lain terasa gatal, perih, dan nyeri. Jika Anda mengalami iritasi akibat terpapar zat pada bleaching, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis kulit. Baca juga: Viral, Video Cara Mematikan Kutu dengan Raket Listrik ke Tubuh Kucing, Ini Penjelasan Dokter... Bleaching dilakukan oleh tenaga profesional Dedi menjelaskan, karena bleaching dapat menyebabkan iritasi, maka tindakan tersebut harus dilakukan oleh tenaga salon yang profesional. "Harus dilakukan oleh tenaga salon yang profesional. Tenaga salon juga harus menggunakan masker dan sarung tangan untuk meminimalisir kontak ke kulit dan wajah," ujar Dedi. Selain itu, ketika mengoleskan krim bleaching ke rambut, sebaiknya jangan terkena kulit kepala. Ia mengingatkan agar menggunakan sebuah produk sesuai dengan indikasinya. "Jika ingin menggunakan produk tidak sesuai indikasi atau off label, konsultasikan dulu ke ahlinya seperti ke dokter spesialis kulit dan kelamin, terutama yang berhubungan dengan produk kosmetik dan kecantikan," terang Dedi. Dengan banyaknya berbagai konten tentang kecantikan di media sosial, ia menekankan kepada publik agar tak mengikuti yang belum tentu benar. Alasannya, ada risiko jika penggunaan tidak pada tempatnya. Dedi menambahkan, kulit merupakan organ terluas dan terbesar manusia serta menjadi pelindung terdepan terhadap berbagai paparan dan polusi. Oleh karena itu, harus dirawat dengan baik. Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Viral Unggahan Bleaching Rambut Digunakan untuk Tangan dan Badan, Pahami Bahayanya", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/tren/read/2020/07/11/170200965/viral-unggahan-bleaching-rambut-digunakan-untuk-tangan-dan-badan-pahami?page=all. Penulis : Retia Kartika DewiEditor : Inggried Dwi Wedhaswary Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:Android: https://bit.ly/3g85pkAiOS: https://apple.co/3hXWJ0L