Bos WHO Buka Suara! Ini Cara Ampuh Kendalikan Kasus Covid-19

By Astria Putri Nurmaya, Selasa, 2 Februari 2021 | 18:33 WIB
Ilustrasi pakai masker hindari Covid-19 (Medium.com)

"Hal ini mengakibatkan produsen memprioritaskan kesepakatan yang lebih menguntungkan dengan negara kaya, daripada mendukung peluncuran vaksin yang adil ke semua negara."

Untuk mengatasi kondisi ini ada Access to Covid-19 Tools (ACT) Accelerator, sebuah inisiatif global yang diluncurkan pada bulan April untuk memacu pengembangan dan distribusi vaksin, perawatan dan diagnostik, dengan permainan akhir yang terlihat untuk pandemi ini.

Ada banyak dukungan global untuk ACT-Accelerator dan pilar vaksinnya, Covax, yang telah didukung oleh 190 negara dan ekonomi. Tetapi ACT-Accelerator memiliki kesenjangan pembiayaan US$ 27 miliar (£ 19 miliar) untuk tahun 2021.

Baca Juga: Rumah Sakit Penuh! Gejala Covid-19 Ringan, Lakukan Isolasi Mandiri dengan 6 Trik Berikut Agar Cepat Sembuh!

Ini adalah sebagian kecil dari proyeksi biaya ekonomi global hingga US$ 9,2 triliun jika pemerintah tidak memastikan negara berkembang memiliki akses yang adil ke vaksin Covid-19.

"Untuk tetap terdepan dari virus, kita harus memprioritaskan sains, terutama saat kita melihat varian baru bermunculan. Untuk mengatasi hal ini, kami tidak dapat berhenti melakukan pengujian, bahkan ketika virus menyebar jauh dan luas. Pemerintah harus meningkatkan kapasitas pengurutan genom, yang tidak tersedia cukup luas, membuat banyak negara tidak menyadari mutasi virus," ungkapnya.

Sementara itu, diketahui kasus positif virus corona di dunia saat ini sudah melebihi angka 100 juta.

Berdasarkan data dari Worldometers, per tanggal 2 Februari 2021 kasus Covid-19 di dunia sudah mencapai angka 103,842,888 kasus.

Di mana dari jumlah tersebut 2,245,285 orang dinyatakan meninggal dunia, 75,526,686 orang sembuh, dan sisanya masih harus mendapatkan perawatan.(*)

Artikel ini telah tayang di GridHealth.id dengan judul "Bos WHO Umumkan Bagaimana Kendalikan Pandemi Covid-19, Hanya Ada Satu Cara Ampuh Saat Ini"

Penulis: Anjar Saputra