"Jadi visinya begini, 74 kali gelombang gempa terjadi terakhir baru yang 9 di wave ini," jelas Ananda Ramartha.
"74 kalinya itu di empat negara, Australia, Indonesia, Malaysia, sama Singapura," sambungnya.
Perempuan indigo tersebut juga menjelaskan perhitungan yang ia dapatkan.
"Dan misal kamu bedah 74, 7+4=11. Eleven gerbang itu master number.
"Gerbang, new side, new principal, new normal, it's a gate.
"7+4=11. 1+1=2. Balancing keseimbangan," jelas Ananda Ramartha.
Ananda Ramartha pun mengartikan hitungan itu menjadi tanda bahwa bisa saja menimbulkan potensi gempa dahsyat.
"And setelahnya baru nanti ada wave 9 skala richter di tengah laut, cukup besar," sambungnya.
Ia pun mengungkap kapan tepatnya fenomena dahsyat tersebut bakal terjadi.
"Bulan Agustus 2020, saya dikasih tahu tanggalnya si cuman no no no, yaudalah i don't know.