Stylo.ID - Skincare kini seakan menjadi kebutuhan wajib bagi sebagian besar wanita.
Namun, alih-alih membuat kulit sehat dan mulus, terkadang skincare seringkali malah membuat kondisi kulit jadi bruntusan bahkan hingga berjerawat parah.
Hal ini ternyata bisa disebabkan oleh kandungan skincare yang terkadang kurang diperhatikan sebelum memakainya.
Baca Juga: Aneka Produk Skincare untuk Mengecilkan Pori-pori, Cobain Yuk!
Bahkan, seperti yang dilansir Stylo.ID dari Sehatq.com, beberapa kandungan skincare justru tidak boleh digunakan secara bersamaan di kulit kamu loh, Stylovers.
Kira-kira apa saja ya? Coba simak rangkuman Stylo.ID ini yuk!
1. Retinol dan AHA/BHA
Retinol, alpha hydroxy achid/AHA (termasuk asam glikolat, asam laktat), dan beta hydroxy acid/BHA, merupakan tiga kandungan skincare yang ampuh mengatasi berbagai masalah kulit, seperti jerawat, kulit kusam, mengangkat sel-sel kulit mati, hingga tanda-tanda penuaan.
Sayangnya, ketiga kandungan skincare tersebut tidak boleh digunakan bersamaan nih, Stylovers!
Hal ini karena dapat berisiko membuat kulit wajah kemerahan, mengelupas, hingga iritasi.
Terutama bila dilakukan pada kulit wajah kombinasi.
2. Retinol dan benzoil peroksida
Bagi kamu yang memiliki kulit berjerawat, mungkin sudah tidak asing lagi dengan produk perawatan kulit yang mengandung retinol dan benzoil peroksida.
Namun, kandungan ini tidak boleh digunakan secara bersamaan meski dengan alasan untuk mendapat hasil yang maksimal.
Jika digunakan secara berbarengan, beberapa orang mungkin akan mengalami kulit kering, kemerahan, dan mengelupas.
Selain itu, menurut beberapa hasil penelitian, penggunaan keduanya secara bersamaan dapat mematikan khasiat zat aktif satu sama lain.
Alhasil, kedua bahan aktif ini menjadi tidak bermanfaat dan jerawat kamu tidak sembuh.
3. Retinol dan asam salisilat
Baik retinol dan asam salisilat dapat menyebabkan kulit kering apabila digunakan secara sendiri-sendiri.
Nah, jika zat aktif ini dipakai secara bersamaan maka dapat berisiko menimbulkan masalah kulit, seperti kulit semakin kering, iritasi, mengelupas, bahkan memperburuk kondisi kulit kamu yang berjerawat.
4. Retinol dan vitamin C
Retinol dan vitamin C seringkali menjadi kandungan produk perawatan kulit yang digunakan berlapis untuk mengurangi kerutan dan noda hitam di wajah serta meratakan tekstur kulit.
Padahal, kedua kandungan skincare ini tidak boleh digunakan bersamaan.
Retinol dan vitamin C sejatinya bekerja pada lingkungan pH yang berbeda.
Baca Juga: Jangan Asal Pilih! Ini Ciri-ciri Krim Pemutih Wajah yang Palsu dan Tidak Aman Menurut BPOM
Retinol bekerja dalam kadar pH yang lebih tinggi (basa), sedangkan vitamin C diformulasikan pada lingkungan pH lebih rendah (asam).
Jadi, ketika digunakan secara bersamaan, retinol dan vitamin C tidak dapat bekerja secara optimal.
Jadi, selalu pastikan kamu mengetahui kandungannya sebelun memakai skincare ya, Stylovers! (*)