Angka Kasus Positif Corona Mendekati 4 Juta, Jokowi: Masyarakat Harus Bisa Hidup Berdamai dengan Covid-19, Apa Maksudnya?

By Stylo Indonesia, Jumat, 8 Mei 2020 | 13:32 WIB
Angka Kasus Positif Corona Mendekati 4 Juta, Jokowi: Masyarakat Harus Bisa Hidup Berdamai dengan Covid-19, Apa Maksudnya? (YouTube/ Najwa Shihab)

Stylo.ID - Jumlah angka kasus positif Covid-19 di seluruh dunia sudah mencapai 3.913.614 kasus terhitung sampai 8 Mei 2020 pagi ini.

Seperti yang diektahuii, jumlah pasein corona yang meninggal mencapai 270.424, sedangkan jumlah pasien yang telah sembuh adalah 1.341.022.

Pasien di Indonesia sendiri sudah mencapai angka 12.776, dengan tercatat 338 kasus baru.

Total kematian pasien Covid-19 di Indonesia adalah 930 kematian, dan tercatat ada 35 kasus kematian Covid-19 baru.

Baca Juga: Tak Kalah Dahsyat, Anak Indigo Ungkap Bencana Besar Usai Pandemi Corona Berlalu, Apa Itu?

Dari banyaknya pasien di Indonesia, sebanyak 2.381 pasien telah sembuh, sehingga kasus aktif yang saat ini ada adalah 9.455 kasus.

Rata-rata penambahan kasus di Indonesia selama seminggu menurut worldometers adalah 380 kasus sampai 6/5/2020.

Dan tercatat rata-rata penambahan angka kematian sampai 6/5/2020 adalah 19 kematian.

Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat berdamai dengan Covid-19.

Baca Juga: Penantian Berujung Kecewa, WHO Sebut Vaksin Virus Corona Mungkin Tak Akan Pernah Ada, Ini yang Seharusnya Dilakukan Manusia untuk Mengatasi Ancaman Covid-19!

Menjelaskan maksud Presiden, Deputi bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan Jokowi ingin masyarakat tetap produktif.

Bahkan walaupun virus Corona masih mewabah di dalam negeri.

"Bahwa Covid-19 itu ada, dan kita terus berusaha agar covid segera hilang. Tapi kita tidak boleh menjadi tidak produktif, karena adanya Covid-19, menjadikan adanya penyesuaian dalam kehidupan," kata Bey kepada wartawan, Jumat (8/5/2020).

Bey mengatakan, saat ini Covid-19 memang belum ada antivirusnya.

Tapi masyarakat bisa mencegah tertular dengan menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga jarak.

Baca Juga: Putra Raja Narkoba 'El Chapo' Memberlakukan Siksaan Mengerikan Bagi Pelanggar Lockdown Akibat Wabah Corona : Kami Tidak Main-main!

Menurut Bey, hal ini adalah hidup normal dengan cara baru.

"Ya artinya jangan kita menyerah, hidup berdamai itu penyesuaian baru dalam kehidupan. Ke sananya yang disebut the new normal. Tatanan kehidupan baru," kata dia.

Presiden Joko Widodo sebelumnya mengatakan, pemerintah terus berupaya keras dan berharap puncak pandemi Covid-19 akan segera menurun.

Selama wabah masih terus ada, Jokowi meminta seluruh masyarakat untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan.

Baca Juga: Awalnya Optimis Bulan Juli akan Berakhir, Presiden Jokowi Kini Khawatir akan Muncul Gelombang Kedua Wabah Virus Corona karena Faktor Ini

"Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan," katanya di Istana Merdeka, Jakarta, dalam video yang diunggah Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden pada Kamis (7/5/2020).

Ia juga mengatakan, beberapa ahli menyebut ada kemungkinan kasus pasien positif Covid-19 menurun angkanya.

Tetapi, ketika kasusnya sudah turun tidak berarti langsung landai atau langsung nol, melainkan masih bisa fluktuatif. (*) Clara Stylo

Artikel ini trelah tayang di intisari.grid.id dengan judul Covid Hari Ini 8 Mei 2020: Angka Kasus Positif Covid-19 Mendekati 4 Juta Pasien Global, Jokowi: Masyarakat Harus Bisa Hidup Berdamai dengan Covid-19, Apa Maksudnya?

Editor : Ihsanuddin

Baca Juga: Intip Potret Ayu Ting Ting Selfie Pakai Topi Anti Corona Saat Syuting, Tetap Cantik!